Muntah adalah suatu gejala bukan merupakan sebuah penyakit. Gejala ini berupa keluarnya isi lambung dan usus melalui mulut dengan paksa atau dengan kekuatan. Muntah merupakan refleks protektif tubuh karena dapat berfungsi melawan toksin yang tidak sengaja tertelan. Selain itu, muntah merupakan usaha mengeluarkan racun dari tubuh dan bisa mengurangi tekanan akibat adanya sumbatan atau pembesaran organ yang menyebabkan penekanan pada saluran pencernaan. Secara umum, muntah terdiri atas tiga fase, yaitu mual, retching atau manuver awal untuk muntah, dan regurgitasi atau pengeluaran isi lambung, usus ke mulut.
Tahukah bunda bahwa kurang tidur pada bayi bisa mengakibatkan berbagai masalah? Mulai dari penurunan kekebalan tubuh, gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik dan juga kurang tidur mempunyai dampak terhadap tumbuh kembang otak bayi, terutama kemampuan berpikirnya ketika ia dewasa.
Sebagian besar kerja hormon pertumbuhan terjadi ketika dalam keadaan tidur, termasuk hormon pertumbuhan otak bayi.
Jadi, jelaslah bahwa tidur yang cukup memberi efek yang amat positif bagi perkembangan bayi Anda. Idealnya, anak usia 6 – 23 bulan memerlukan waktu tidur sekitar 13 jam setiap harinya.Kurangnya tidur akan mengakibatkan perubahan kadar hormon yang bertugas mengatur rasa lapar. Selain itu, kurangnya tidur juga mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melakukan metabolisme gula, sehingga meningkatnya resiko terhadap diabetes.
Bunda apakah si kecil masih mengompol padahal ia sudah berusia lima tahun lebih ?
Pada usia lima tahun, anak seharusnya sudah bisa mengatur panggilan alaminya untuk ke toilet. Andai ia masih kesulitan dengan urusan buang air kecil, segeralah beri bantuan. Jika tidak diatasi, anak juga bisa merasakan dampak negatif dari ketidakmampuannya mengontrol desakan untuk pipis.
Psikolog Sani B Hermawan menjelaskan, idealnya setelah usia lima tahun anak harus berhenti mengompol. Sebab, pada usia lebih dari 18 bulan saja anak sudah mulai bisa diajak untuk beralih dari popok ke toilet. Ketika itu, otot-otot kandung kemihnya sudah lebih matang.
Pada usia tersebut, anak umumnya juga bisa memahami perintah sederhana. Dia pun mampu menahan kemih selama dua sampai tiga jam. Amati saja siklus pipisnya. Sediakan potty chair yang nyaman dan menarik. Lalu, dengan cara yang menyenangkan, ajak anak berkemih.
foto diambil dari technorati.com
Jika anak senang mengganggu, memukul, menggigit, dan meludah ( bertingkah ) banyak orang tua panik. Sebenarnya, mereka tidak perlu merasa bersalah. Secara teknis, anak tidak bisa menjadi seorang bully (yang suka menggencet) di usia sekecil ini. “Anak usia 2 dan 3 tahun belum benar-benar memahami emosinya ataupun emosi orang lain. Jadi, mereka tidak dengan sengaja ingin menyakiti perasaan orang,” kata Edward Carr, PhD, leading professor di departemen psikologi di State University of New York, Stony Brook.
Setelah berkutat seharian dengan pelajaran sekolah anak membutuhkan waktu refreshing agar tidak jenuh dalam aktivitasnya. Bermain dengan teman-temannya adalah salah hal yang sangat disenangi anak dan juga dapat menghilangkan kejenuhan anak.
Tahukah bunda bila anak bermain dengan teman-temannya ternyata ada banyak manfaat yang diperoleh untuk si kecil..
Tidur bayi merupakan saat beristirahat dari kelelahan dan memiliki peran penting dalam pertumbuhan bayi. Dalam tidur bayi, seringkali ditemui bayi yang memiliki bunyi nafas seperti orang mendengkur. Sebenarnya bayi ngorok adalah hal yang wajar selama tidak mengganggu kesehatan bayi dan memang hal ini sering terjadi pada banyak bayi. Bahkan bayi ngorok bisa menjadi penanda bahwa tidur bayi sangat pulas dan memiliki kualitas tidur yang baik.
Orangtua merasa senang dan bangga kalau anaknya mahir berbicara dan berani mengungkapkan emosinya. Namun, perasaan positif ini dapat menjadi negatif seketika ketika si kecil merespons sikap dan ucapan Anda dengan bantahan bahkan mengumpat.
Sebaiknya, Anda tak terpancing dengan bantahan anak melalui sikap dan ucapan kasar yang keluar begitu saja dari mulutnya. Misalnya, saat ibu mengajak anak tidur, ia tiba-tiba berkata, "Ih, bawel."
Jane Nelsen, penulis buku Positive Disciplin memaparkan anak yang membalas ucapan orangtua dengan kata-kata atau ungkapan kasar sebenarnya ia sedang mengekspresikan kemarahan, frustasi, ketakutan atau rasa sakit.
ABOUT ME
I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.
POPULAR POSTS
Categories
- kids 1
Formulir Kontak
Diberdayakan oleh Blogger.
Mengenai Saya
- Enny Mamito
- Blogger | Content Writer | Copywriter | Digital Enthusiast | Finalis Srikandi Blogger tahun 2013 & 2014 | Kontributor 15 buku antologi | Tim Redaksi Majalah Warta Alumni Palmturi | Suka buku-buku Enid Blyton
Sahabat Bunda
Cari Blog Ini
Arsip Blog
- Februari 2018 (1)
- Maret 2017 (1)
- Februari 2017 (1)
- Januari 2017 (1)
- November 2016 (1)
- September 2015 (1)
- Mei 2015 (1)
- Januari 2015 (1)
- November 2014 (2)
- Agustus 2014 (2)
- Juni 2014 (1)
- Mei 2014 (1)
- Maret 2014 (1)
- Desember 2013 (1)
- Oktober 2013 (1)
- September 2013 (1)
- Agustus 2013 (2)
- Juni 2013 (1)
- Mei 2013 (1)
- April 2013 (1)
- Februari 2013 (2)
- Januari 2013 (1)
- Desember 2012 (1)
- November 2012 (1)
- Oktober 2012 (2)
- Juli 2012 (1)
- Mei 2012 (1)
- April 2012 (1)
- Februari 2012 (1)
Kontak:







